Beranda Desa - Terletak di Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat-Jawa Barat, Jembatan Kereta Api Cikubang yang dibangun ketika Belanda masih menjajah Indonesia menjadi jembatan yang terpanjang di Pulau Jawa.
Pembangunan Jembatan Kereta Api Cikubang diperkirakan sudah dimulai sejak awal tahun 1900an dan saat ini kondisinya masih berfungsi dengan baik, bahkan melayani lalu lintas kereta api jarak jauh dengan rute Jakarta-Bandung dan Jakarta-Purwokerto melalui Bandung. Pada akun instagram resmi milik BUMN @bumn.info yang publis hari ini, Kamis (20/05/2021) menyebut usia Jembatan Kereta Api Cikubang telah berusia 118 tahun.
Proyek pengerjaan Jembatan Kereta Api Cikubang yang memiliki panjang 300 meter itu dipegang oleh perusahaan kereta api (negara) Belanda yang bernama Staatssporwegen (SS).
Baca juga: Ekspedisi Sejarah Pulau Pisang Lampung: Ada Kompleks Makam Serdadu Belanda yang Terbengkalai
Konon, pada tahap pembangunannya perusahaan kereta api Staatssporwegen sempat mengalami hambatan pengadaan material besi yang harus didatangkan langsung dari Eropa.
Kala itu proses pengiriman material jembatan dari Eropa menggunakan jalur laut, kemudian berlabuh di pelabuhan Tanjung Priuk dan beberapa melalui pelabuhan Cilacap.
Pembangunan infrastruktur jalan atau pun jembatan kereta api oleh pemerintah Hindia Belanda diduga untuk memuluskan kepentingannya dalam pengangkutan komoditas perkebunan, seperti halnya yang terdapat di Jawa Barat yaitu Tea, Kopi dan Kina.
"Jembatan ini memiliki fungsi sebagai jalur pengangkut hasil perkebunan seperti teh, kopi dan kina yang sempat menjadi komoditas yang kuat pada masa penjajahan Belanda di wilayah Jawa Barat," dilansir @bumn.info.
Kemudian pada perkembangannya, sejalan dengan keberhasilan bangsa Indonesia mengusir penjajah akhirnya semua perusahaan dan fasilitas milik Belanda dinasionalisasi menjadi milik pemerintah Indonesia.
Baca juga: Rumah Berarsitektur Kolonial Dijual, Komunitas Pegiat Sejarah Metro: Selamatkan Memori Historisnya
Setelah Belanda hengkang, pengembangan Jembatan Kereta Api Cikubang dilanjutkan
pada tahun 1950an, oleh Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI) yang melakukan
penguatan struktur jembatan di Jawa, salah satunya Jembatan Cikubang. DKA
meningkatkan rencana muatan di Stasiun Cikubang, dari awalnya memiliki kekuatan
untuk muatan terbagi rata 5,55 t/m (Rencana Muatan 1911 ) ditingkatkan menjadi
8,75 t/m (Rencana Muatan 1921).
Sumber referensi: heritage.kai.id, dan @bumn.info.
Editor: Barnas Rasmana
