Pecel, Simbol Kesederhanaan yang Menyehatkan

Foto: Satu porsi Pecel yang dijual oleh penjual Pecel di Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat, Kota Metro, Senin (07/06/2021)

Beranda Desa - Siapa yang rindu makan Pecel? Siang-siang gini rasanya enak ya makan pecel, cabenya pedes, gorengan anget, sama minumnya es teh.Selain enak, ternyata Pecel juga menyehatkan loh, sayuran sebagai bahan utamanya mengandung serat dan bergizi.

Maka muncul istilah "Pecel simbol kesederhanaan yang menyehatkan".

Menurut catatan sejarah kata Pecel muncul dalam catatan Babad Tanah Jawi. "Pecel" kata lainnya "Dipecel" adalah sebutan untuk menunjukan daun-daunan yang direbus kemudian airnya diperas.

Pada Babad Tanah Jawi seperti yang beranda desa temukan dalam travel.kompas.com terdapat suatu dialog yang menceritakan perjalanan seorang Wali Songo bernama Sunan Kalijaga. Dialog terjadi saat Sunan Kalijaga bertemu dengan Ki Gede Peamanahan di pinggir Sungai.

Dalam pertemuan itu, Ki Gede menjamu makan siang Sunan Kalijaga dengan hidangan sepiring sayuran sambel pecel, nasi, dan lauk-pauknya yang lain.

Kemudian Sunan Kalijaga bertanya "hidangan apa ini?"

Ki Gede Pamanahan kemudian menjelaskan kalau ini adalah dedaunan yang direbus dan diperas airnya yang dalam bahasa Jawa berati "Puniko ron ingkang dipun pecel"

Memang bila kita lihat saat ini, daun-daunan yang menjadi bahan untuk membuat Pecel sebelumnya sudah direbus dan ditiriskan terlebih dahulu sebelum diulek dengan bumbu kacang.

Pecel dimanapun ia berada identik dengan Jawa, di Kota Metro - Lampung tempat Beranda Desa berdomisili, rata-rata penjual Pecel merupakan masyarakat yang bersuku Jawa. Orang Jawa lazim ditemui di Kota Metro karena memang sejak 85 tahun yang lalu, bersamaan dengan program kolonisasi oleh emerintah Hindia Belanda, orang-orang dari Pulau Jawa sudah mulai bermukim di Kota Metro.

Di Kota Metro pecel umumnya dihidangkan dengan kerupuk dan goreng-gorengan seperti tahu bunting, goreng tempe dan bakwan.

Karena Pecel sudah ada sejak lama, sehingga Pecel dianggap telah mengakar kuat di hati masyarakat Indonesia. Pecel saat ini sudah menjadi makanan bagi semua kalangan.

Pecel dijual bukan hanya dijual oleh pedagang kaki lima yang ada di pinggir-pinggir jalan, tetapi hotel-hotel mewah di daerah perkotaan sudah umum menyediakan menu makan Pecel yang dihidangkan ketika sarapan pagi ataupun makan siang.

Loc. Penjual Pecel, Gg. Asem, Yosomulyo, Kota Metro.

Kolom Komentar

Previous Post Next Post