Ketoprak Iringmulyo Metro, Harga Kaki Lima beRasa Bintang Lima

Ketoprak Iringmulyo, Kota Metro-Lampung, Jl. Merica, Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro | Foto: Berandadesa.com

MENGAPA Beranda Desa menamainya Ketoprak Iringmulyo? Simpel, karena pedagang Ketoprak berjualan di trotoar samping Kantor Kelurahan Iringmulyo, Kota Metro.

Selain itu, di kereta atau gerobak dorong milik penjual juga belum tertuliskan nama spesifik, hanya ada tulisan 'Ketoprak', sehingga nama Ketoprak Iringmulyo coba Beranda Desa sematkan dan mudah-mudahan bisa menjadi penanda atau identitas keberadaan Ketoprak ini. Syukur bisa meningkatkan omset pedagangnya.

Enaknya Gada Obat

Kalimat ini beranda desa pinjam dari seorang Food Vloger Nex Carlos yang bermaksud menyebutkan bahwa makanan yang disantapnya benar-benar lezat dan nikmat.

Begitu pun dengan Ketoprak Iringmulyo. Sebenarnya bukan kali pertama beranda desa coba menyantap kuliner yang satu ini. Di Metro-Lampung sangat banyak sekali pedagang Ketoprak, umumnya mereka mulai berjualan ketika menjelang malam.

Tetapi untuk Ketoprak Iringmulyo ini, baru pertama kali beranda desa mencicipinya. Dan kesan pertama yang dirasakan oleh lidah adalah hadirnya kelezatan. Bumbu Kacangnya medok (kental) dan gurih.

Mungkin terdengar berlebihan (lebay), tapi sejujurnya memang rasa itulah yang dihasilkan dari racikan tangan seorang bapak paruh baya itu.

Harga

Harga terkadang tidak menjadi patokan makanan atau minuman tersebut benar-benar lezat dan nikmat. Terkadang kita membeli makanan dengan harga yang lebih mahal tetapi rasa tidak kalah dengan makanan dengan harga yang lebih murah. Maka dari itu kita sering mendengar istilah "Harga Kaki Lima tapi Rasa Bintang Lima".

Satu porsi Ketoprak Iringmulyo seharga 12.500 rupiah. Untuk ukuran orang normal, satu porsi ini cukup mengenyangkan perut. 

Dalam satu porsi Ketoprak diisi atau dilengkapi dengan Irisan Lontong, Irisan Tahu yang sudah digoreng, rebusan Taoge, Mie Sohun/Bihun yang kemudian disiram oleh bumbu kacang dan ditambah dengan satu piring Kerupuk.

Oya, level kepedasan sambal atau bumbu kacang ini bisa disesuaikan dengan selera. 

Pembeli juga bisa menyantapnya langsung di tempat atau dibungkus untuk disantap bareng keluarga di rumah.

Ketoprak Iringmulyo, Kota Metro-Lampung, Jl. Merica, Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro atau depan rumah makan Bebek Juragan dan Rumah Makan Bu Susi | Foto: Berandadesa.com

Asal Usul

Belum tuntas rasanya jika kita sering makan Ketoprak tetapi tidak mengetahui asal usul dari Ketoprak itu sendiri.

Memang ada beberapa pendapat yang menyebutkan awal mula Ketoprak berasal. Sedikitnya ada tiga versi, versi pertama menyakini Ketoprak merupakan makanan khas Betawi yang menjadi mayoritas suku di Ibukota Jakarta.

Versi kedua meyebut bahwa kuliner yang bernama Ketoprak ini berasal dari daerah Cirebon. Versi lainnya mengatakan kalau Ketoprak justru berasal dari Jawa Tengah.

Selain gonjang-ganjing masalah daerah asalnya, asal penamaan Ketoprak juga menarik untuk didiskusikan. 

Budaya lama nusantara sering menyematkan sebuah nama dengan suatu kejadian atau peristiwa. Misal, seorang anak lahir pada hari Jum'at Kliwon, maka anak tersebut dinamakan Kliwon.

Begitu pun dengan penamaan Ketoprak, ada yang menyebut nama Ketoprak adalah singkatan dari Ketupat Touge dan Digeprak.

Ada juga nama Ketoprak berasal dari cerita si pembuatnya, kala itu diceritakan bahwa seseorang berinovasi memadukan berbagai macam bahan makanan seperti bumbu kacang, ketupat, taoge dan lain-lainnya. Ketika selesai diramu, si pembuat belum tahu akan diberi nama apa hasil ramuannya itu. Cilaka, sambil terus memikirkan nama, bahan-bahan makanan yang telah diramu dan diwadahi ke dalam piring itu terjatuh dan menimbulkan suara "ketuprak".

Bunyi ketuprak itulah yang kemudian menjadi inspirasinya untuk dijadikan sebuah nama pada makanan tersebut.

Jadi kesimpulannya belum ada yang memastikan benar tidaknya beragam pendapat tersebut. Semua versi memiliki alasannya tersindiri. Tetapi yang jelas inilah wujud keberagaman budaya yang ada Indonesia. Ketoprak seolah gambaran keberagaman itu sendiri, beragam penamaannya, beragam pula bahan-bahannya.

Kolom Komentar

Previous Post Next Post