OBRAS Pendidikan Sejarah UM Metro Angkat Tema Revitalisasi Sejarah dan Al-Islam Kemuhammadiyahan

Metro, 31/10/2025 - Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro melaksanakan Kegiatan Obrolan Seputar Sejarah (OBRAS) dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) pada hari Jum'at, 31 Oktober 2025 di Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah. Kegiatan ini di ikuti oleh 50 orang peserta dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Acara ini dibuka Oleh Bapak Dr. Arif Rahman A, M.Pd.Si selaku Dekan FKIP UM Metro.

Kegiatan  Obrolan Seputar Sejarah (OBRAS) dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) menghadirkan pemateri dari Dosen-dosen Pendidikan Sejarah UM Metro yaitu Ibu Dra. Elis Setiawati, M.Pd, Bapak Adi Wiranata, M.Pd, Ibu Citra Rafika Utari, M.Pd dan Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd

Kegiatan Obrolan Seputar Sejarah (OBRAS) dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), membahas tentang Sejarah dan Perkembangan Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan, Sejarah Muhammadiyah dalam bidang Ekonomi dan Sosial (Semangat historiopreneurship sebagai Gerakan Pencerahan”, Sejarah, Mahasiswa, dan Ekonomi Kreatif “Dari Ide Historis Menuju Inovasi Produktif”, Cagar Budaya di Kota Metro sebagai Sumber Nilai, Edukasi, dan Peluang Ekonomi Kreatif.

Dalam penyampaiannya, Dra. Elis Setiawati, M.Pd menegaskan bahwa belajar sejarah bukan sekadar mengingat peristiwa, tetapi memahami nilai dan hikmah di baliknya.

“Sejarah adalah cermin kehidupan; dari sanalah kita belajar bagaimana bangsa dan umat ini tumbuh serta membangun peradaban. Melalui OBRAS, mahasiswa diajak menumbuhkan kesadaran historis agar tidak kehilangan akar dan identitasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Adi Wiranata, M.Pd menyoroti pentingnya berpikir kritis dalam memahami sejarah.

“Mahasiswa harus mampu membaca konteks dan menafsirkan makna sejarah bagi kehidupan masa kini. Ilmu sejarah bukan hanya pengetahuan, tapi inspirasi untuk berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya, Citra Rafika Utari, M.Pd menekankan hubungan erat antara kajian sejarah dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.

“Keduanya berbicara tentang nilai dan perjuangan. Sejarah Muhammadiyah adalah rekam jejak dakwah yang menegaskan identitas Islam berkemajuan. Mahasiswa perlu memahami sinergi antara nilai sejarah, keislaman, dan gerakan sosial,” jelasnya.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd, kegiatan Obrolan Seputar Sejarah (OBRAS) dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan ajang diskusi bersama mengenai isu-isu terkini terkait “Revitalisasi Sejarah dan Al-Islam Kemuhammadiyahan: Membangun Historiopreneurship Muda dan Peluang Ekonomi Kreatif dari Cagar Budaya” antara dosen pendidikan sejarah dengan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Sejarah UM Metro semakin memiliki kesadaran historis, semangat berkemajuan, dan komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik maupun sosialnya.

Aditya

Kolom Komentar

Previous Post Next Post