Bandar Lampung — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung secara resmi melepas kontingen untuk mengikuti Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Aula Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung. Pelepasan ini menjadi penanda kesiapan IPM Lampung dalam berpartisipasi aktif pada forum permusyawaratan tertinggi IPM yang akan digelar di Sulawesi Selatan pada 5–8 Februari 2026.
Sebanyak 52 kader IPM yang berasal dari 15
kabupaten/kota se-Provinsi Lampung diutus secara penuh untuk mengikuti
seluruh rangkaian Muktamar XXIV IPM yang dipusatkan di Kota Makassar.
Kontingen tersebut terdiri dari unsur pimpinan wilayah, perwakilan daerah,
serta kader-kader terbaik yang diproyeksikan membawa aspirasi dan gagasan IPM
Lampung dalam forum nasional.
Sekretaris Umum PW IPM Lampung, Lucita Ageng Prayoga,
dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya warga Persyarikatan
Muhammadiyah di Lampung, atas terselenggaranya proses persiapan keberangkatan
kontingen Muktamar.
“Kami PW IPM Lampung mengucapkan terima kasih kepada
ayahanda dan ibunda, khususnya warga Muhammadiyah se-Lampung, yang telah
mensupport penuh persiapan keberangkatan Muktamar ke-24 di Kota Makassar.
Insyaallah kami mengutus penuh 52 orang dari 15 kabupaten/kota,” ungkapnya.
Lucita juga memohon doa restu, arahan, serta masukan
dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung agar seluruh rangkaian
Muktamar dapat berjalan dengan lancar dan membawa hasil yang optimal bagi IPM,
khususnya IPM Lampung.
“Kami mohon kepada Ayahanda PWM Lampung doa, arahan, dan
masukan untuk Muktamar nanti. Mudah-mudahan apa yang kami gagas dan harapkan
bisa tercapai, serta mampu memberi kontribusi positif bagi IPM dan
Persyarikatan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PWM Lampung, Drs. H. Ma’ruf
Abidin, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa IPM memiliki peran
strategis sebagai salah satu pusat utama perkaderan Muhammadiyah. Menurutnya,
IPM telah banyak melahirkan kader yang kini berkiprah di berbagai sektor, baik
di internal Persyarikatan maupun di ruang publik.
“IPM adalah salah satu ortom yang sering melahirkan
kader di berbagai sektor. Dari IPM inilah banyak muncul kader persyarikatan
Muhammadiyah hingga saat ini,” ujarnya.
Ma’ruf juga menekankan bahwa Muhammadiyah masih
membutuhkan kader-kader dengan kriteria dan kompetensi tertentu, terutama dalam
rangka penguatan dan keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Oleh
karena itu, Muhammadiyah memiliki komitmen kuat terhadap penguatan organisasi
otonom, dengan IPM sebagai salah satu pusat perkaderan strategis.
“Muhammadiyah menerima siapa pun yang mau bergabung.
Karena kita sering kekurangan kader pada kriteria tertentu, maka Muhammadiyah
punya komitmen kuat kepada ortom, dan salah satu pusat perkaderan itu ada di
IPM,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa IPM memiliki keunggulan dalam
sistem perkaderan yang relatif lebih terarah dan mudah dikonsolidasikan
dibandingkan organisasi otonom lainnya. Hal tersebut menjadi modal penting bagi
kader IPM untuk tampil percaya diri dalam forum Muktamar.
“Concern IPM itu lebih mudah dan terarah. Karena itu,
saya berpesan agar kader IPM Lampung bermainlah dengan elegan di Muktamar,
tunjukkan kualitas, baik dalam gagasan, sikap, maupun etika organisasi,”
pesannya.
Menutup sambutannya, Ma’ruf Abidin mendoakan keselamatan
dan kesuksesan seluruh kontingen PW IPM Lampung selama mengikuti Muktamar XXIV
IPM.
“Mudah-mudahan selamat dalam perjalanan pergi dan
pulang, serta sukses untuk adik-adik IPM semuanya,” pungkasnya.
Keikutsertaan PW IPM Lampung dalam Muktamar XXIV IPM
diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi nasional, tetapi juga mampu
menghadirkan gagasan-gagasan strategis, memperkuat peran IPM sebagai
pusat perkaderan pelajar, serta mempertegas kontribusi IPM Lampung bagi masa
depan pelajar Muhammadiyah dan Persyarikatan Muhammadiyah secara keseluruhan.
Editor: Aditya
