Sambut Ramadhan SMA Muhammadiyah 2 Metro Selenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah

 

Metro, 12 Februari 2025 — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, SMA Muhammadiyah 2 Metro menggelar kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah bekerja sama dengan RSU Muhammadiyah Metro. Acara bertempat di Masjid Mujahidin Metro Pusat pada Kamis pagi (12/2/2025) dan diikuti secara antusias oleh seluruh guru, staf, tenaga kependidikan, serta karyawan sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan sekolah agar seluruh warga sekolah tidak hanya siap menyambut Ramadan secara spiritual, tetapi juga memiliki pemahaman dan keterampilan praktis dalam aspek ibadah yang penting, terutama dalam proses pemulasaran jenazah menurut tuntunan Islam.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Desia Setianningsih, S.Pd, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Metro. Dalam arahannya, Desia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi upaya sekolah dalam membentuk karakter religius sekaligus mempersiapkan warga sekolah menghadapi bulan Ramadan dengan bekal ilmu dan empati.

“Pelatihan pemulasaran jenazah ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang kami prioritaskan menjelang Ramadan. Bukan hanya aspek ritualnya saja, tetapi bagaimana kita memahami hakikat kematian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial antar sesama. Dengan bekal ilmu dan keterampilan ini, saya berharap seluruh guru dan staf tidak hanya menerapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Desia.

Menurut Desia, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Metro, di mana setiap program dirancang untuk menggabungkan aspek intelektual, moral, dan spiritual secara seimbang.

Dalam pelatihan ini menghadirkan Novi Rahmawati, S.Sos, perwakilan dari RSU Muhammadiyah Metro sebagai narasumber utama. Novi menyampaikan materi secara komprehensif yang mencakup seluruh tahapan pemulasaran jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga penguburan sesuai dengan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Novi menjelaskan tahap pertama yaitu memandikan jenazah, “Saat memandikan jenazah, kita harus menjaga adab dan kehormatan jenazah sesuai tuntunan Islam. Diperlukan ketelitian dalam membersihkan seluruh anggota tubuh serta pemahaman tentang urutan yang benar. Tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga memastikan bahwa proses dilakukan dengan penuh hormat,” ujar Novi.

Ia juga menekankan pentingnya kelembutan hati dan empati saat melakukan setiap tahapan pemulasaran, “Memandikan dan mengkafani jenazah bukan sekadar praktik teknik, tetapi juga ibadah yang memupuk rasa kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama. Kehadiran kita di situ bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi sebagai hamba yang mengingat kefanaan hidup,” tambahnya.

Selain teori, kegiatan ini dilengkapi dengan praktik langsung pemulasaran jenazah, di mana semua peserta berkesempatan untuk mempraktikkan memandikan, mengkafani, dan menyolatkan jenazah di bawah bimbingan tim pengajar. Kegiatan praktik ini disambut positif oleh peserta yang hadir merasa mendapat pengalaman baru yang sangat bermakna.

Hadir pula berbagai jajaran dewan guru dan staf sekolah yang mengikuti seluruh sesi pelatihan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias. Para peserta tidak hanya mencatat materi, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung yang memberikan pemahaman riil tentang tanggung jawab sebagai warga masyarakat Muslim.

Salah seorang peserta menyampaikan rasa terinspirasi setelah mengikuti pelatihan. Ia menyatakan bahwa sesi praktik memberi pengalaman yang tak ternilai, khususnya dalam memahami nilai-nilai kehidupan dan mempersiapkan diri secara mental dan spiritual dalam situasi menangani persoalan kematian.

Pelatihan pemulasaran jenazah yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 2 Metro bersama RSU Muhammadiyah Metro menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan akademik semata, tetapi juga pembinaan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang mendalam. Kegiatan ini diharapkan menjadi program berkelanjutan yang turut memperkuat kualitas pendidikan karakter serta tanggung jawab sosial seluruh warga sekolah.

Aditya N Rohman

Kolom Komentar

Previous Post Next Post