Inilah 27 Gelar Doktor Honoris Causa yang Diterima Bung Karno

Blog Sejarah - Seingat yang pernah saya baca, Sukarno yang memiliki nama lahir Kusno merupakan anak dari ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo dan ibunya ialah Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben (putri golongan elit di Buleleng, Bali).

Bung Karno saat menerima gelar Dooktor Honoris Causa | foto dalam Buku Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA: Biografi Cinta Presiden Sukarno dengan Yurike Sanger

Sukarno lahir pada 6 Juni 1901 di Gang Lawang Sekateng, Peneleh, Surabaya. Pada usianya yang hampir menginjak kepala tujuh, Bung Karno tutup usia. Ia wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada hari Minggu, 21 Juni 1970, sekitar pukul 07.00 pagi dan jenazahnya dikebumikan bersebelahan dengan pusara ibundanya Idayu di Taman Makam Pahlawan Karangmulyo, Blitar.

Semula jenazahnya diterbangkan dari Jakarta ke Lanud Abdurahman Saleh, Malang. Lalu dibawa dengan mobil jenazah berwarna putih milik Kodim Kota Malang ke peristirahatan terakhir di TMP Karangmulyo, Blitar. Konon sepanjang Malang-Blitar yang jaraknya 80km itu dipenuhi oleh warga yang ingin milihat iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah Bung Karno. Kadjat Adra'i dalam bukunya mengambarkan ada kesedihan yang mendalam dari raut wajah masyarakat yang melihat bapak bangsanya tutup usia. 

Baca juga: Masa Muda Sukarno di Mata Saudara Kandungnya

Dalam kancah pemikiran, Bung Karno bisa dibilang sosok yang brilian, pemikiran-pemikirannya dinilai banyak mempengaruhi politik, hukum dan sejarah Indonesia. Bahkan dunia pun mengakui jika Sukarno merupakan salah seorang tokoh yang mengkampanyekan gagasan bahwa bangsa-bangsa Asia-Afrika harus terbebas dari belenggu kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.

Jadi tidak heran jika kurun waktu 1950-1965 banyak perguruan tinggi di dalam dan luar negeri menganugrahkan gelar kehormatan akademik (Doktor Honoris Causa) kepada Bung Karno. Gelar doktor kehormatan yang diberikan kepada Bung Karno dinilai yang terbanyak dan paling beragam bidang ilmunya meliputi Ilmu Teknik, Ilmu Politik, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Mesin, Ilmu Filsafat, Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional, Ilmu Sejarah serta Ilmu Ushuluddin Jurusan Dakwah.

Berikut 27 daftar gelar Doktor Honoris Causa (HC) yang diterima Bung Karno baik dari dalam dan luar negeri berdasarkan keilmuan:

Doktor HC Bidang Ilmu Hukum:

  1. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Far Eastern University, Manila, Filipina pada 30 Januari 1951
  2. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 19 September 1951
  3. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Columbia University, New York pada 24 Mei 1956
  4. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Michigan University, Michigan pada 27 Mei 1956
  5. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari McGill University, Montreal, Kanada pada 8 Juni 1956
  6. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Beograd University, Beograd pada 3 September 1956
  7. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Lomosonov University, Moskow pada 11 September 1956
  8. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Karlva University, Praha pada 23 September 1956
  9. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Istanbul University, Turki pada 27 April 1959
  10. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Warsawa University, Polandia pada 30 April 1959
  11. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari Brazil University, Rio de Jeneiro pada 20 Mei 1959
  12. Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional dari universitas Hassanudin, Makasar pada 29 Februari 1963
  13. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dari University of Philippines, Manila pada 2 Agustus 1964
  14. Doktor HC dalam Ilmu Hukum dan Politik dari Royal Khamene University, Khamene pada 14 Januari 1964

Doktor HC dalam ilmu Teknik:

  1. Doktor HC dalam Ilmu Teknik dari Berlin University, Berlin Barat pada 23 Juni 1956.
  2. Doktor HC dalam Ilmu Mesin dari Budapest University, Budapest pada 17 April 1960
  3. Doktor HC dalam Ilmu Teknik dari Institut Teknologi Bandung pada 13 September 1962

Doktor HC dalam Ilmu Sosial dan Politik

  1. Doktor HC dalam Ilmu Politik dari Sofia University, Bulgaria 11 April 1960
  2. Doktor HC dalam Ilmu Politik dari Bucharest University, Hongaria pada 13 April 1960
  3. Doktor HC dalam Ilmu Sosial dan Politik dari La Paz University, Bolivia pada 5 Mei 1960
  4. Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Politik dari University Pyongyang, Korea Utara pada 3 November 1964

Doktor HC dalam Ilmu Filsafat

  1. Doktor HC dalam Ilmu Filsafat dari Al-Azhar University, Mesir pada 24 April 1960
  2. Doktor HC dalam Falsafah Ilmu Tauhhid dari Universitas Muhammadiyah Jakarta pda 3 Agustus 1965

Doktor HC dalam Ilmu Kemasyarakatan

  1. Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dari Universitas Indonesia, Jakarta pada 2 Februari 1963

Doktor HC dalam Ilmu Ushuludin

  1. Doktor HC dalam Ilmu Ushuludin Jurusan Dakwah dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Jakarta pada 2 Desember 1963
  2. Doktor HC dalam Ilmu Ushuludin Jurusan Dakwah dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Jakarta pada 2 Desember 1964

Doktor HC dalam Ilmu Sejarah

  1. Doktor HC dalam Ilmu Sejarah dari Universitas Pajajaran, Bandung pada 23 Desember 1964

Bila dilihat dari 27 daftar Gelar Doktor Honoris Causa yang diterima Bung Karno di atas kita bisa mengetahuinya jika Doktor HC yang paling banyak diterima Bung Karno adalah pada bidang Ilmu Hukum.

Terbanyak kedua dari bidang Ilmu Sosial dan Politik, disusul Ilmu Teknik, Ilmu Filsafat, Ilmu Ushuludin, Ilmu Kemasyarakatan dan Ilmu Sejarah.

Segudang gelar kehormatan yang diterima Bung Karno mungkin ada kaitannya dengan cita-citanya yang ingin membawa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ia secara tidak langsung memberi isyarat kepada kita bahwa manusia Indonesia bisa berperan dalam mempengaruhi politik, hukum, ilmu pengetahuan dan jalannya sejarah dunia dan Indonesia menjadi berwibawa di mata bangsa-bangsa lain.

Kisah bapak proklamator Indonesia ini bisa menjadi teladan kita bahwa dengan cara mengisi otak dengan nutrisi ilmu pengetahuan, individu-individu manusia indonesia memiliki pemikiran-pemikiran brilian untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.


Referensi: 
Buku "Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA: Biografi Cinta Presiden Sukarno dengan Yurike Sanger"

Kolom Komentar

Previous Post Next Post